Saturday, January 14, 2012

Sikap terhadap PR Anak.

Orang tua perlu untuk menyesuaikan sikap mereka untuk meningkatkan kemampuan anak anak mereka dalam motivasi untuk mengerjakan PR, menurut para ahli.

ScienceDaily(31 agus 2011)- Para orang tua yang menginginkan anaknya untuk meningkatkan motivasi anak dalam menyelesaikan tugas tugas sekolah mereka untuk tahun ini harus mengubah sikap dan kebiasaan mereka, berdasarkan pada studi baru oleh para peneliti Ben-Gurion University of the Negev(BGU).

Dalam studi yang telah di publikasikan di Learning and Individual Differences, BGU. Para peneliti menemukan bahwa jika para orang tua bisa menjadi lebih positif, mempunyai sikap yang mendukung dan bisa mengkomunikasikan hikmah dari belajar sebagai motivasi, daripada memfokuskan mereka untuk menyelesaikan tugas tugas mereka untuk rangking yang lebih besar, maka yang terjadi kemudian adalah sikap dan motivasi anak anak mereka menjadi lebih meningkat.

Dr. Idit Katz, Dr. Avi Kaplan dan doctoral student Tamara Buzukashvily, dari BGU's Department of Education, menyarankan para orang tua untuk memberikan anak anak mereka lebih banyak pilihan, termasuk kapan dan dimana mereka akan melakukan pekerjaan rumah mereka. "Orang tua bisa meningkatkan naluri bersaing anak anak dengan memperbolehkan mereka untuk mengatur tugas tugas mereka dan dengan memberikan anak anak perasaan bahwa dia akan dicintai dan dihargai biarpun dia sukses ataupun tidak suksen entah dalam pelajaran bahasa ataupun matematika", kata para peneliti.

Studi ini juga menontonkan bahwa para orang tua seharusnya bertanya kepada diri mereka sendiri tentang motivasi mereka sendiri, sikap dan kemampuan sebelum mencoba untuk, "menyarankan" atau "mengubah" anak anak mereka. Dan lebih lagi, program pendidikan yang mencoba untuk mengubah sikap dan motivasi dari murid muridnya kepada pekerjaan rumah seharusnya tidak membuat para orang tua berada "di luar lingkaran" karena perilaku mereka juga sangat penting.

"Sebuah penelitian formal kecil sudah dilakukan yang mengetengahkan tentang rumah lingkungan dimana pekerjaan rumah dikerjakan, biarpun sudah menjadi bagian utuh dari sistem pendidikan tapi masih tetap kontroversial dan juga sering kali lazim dalam sistem pendidikan", berdasarkan hasil studi. "Lingkungan rumah sangat penting untuk meneguhkan motivasi positif sebagaimana di sekolah".

Para peneliti membuat penelitian di dua sekolah dasar dengan sekitar 135 anak anak kelas 4 SD dengan setiap 1 anak dari setiap keluarga. Para murid kemudian berhasil menyelesaikan pertanyaan pertanyaan yang berada diseputar tingkat motivasi mereka untuk melakukan pekerjaan rumah, pada saat para orang tua mereka  menjawab survey yang lain tentang kesediaan mereka untuk menjawab. Ini berhasil untuk memungkinkan persepsi dari lingkungan rumah untuk di amati dari perspektif (sudut pandang) dari kedua belah pihak.

Diantara semua sampel, lebih dari 60 persen dari para orang tua dilaporkan terlibat dengan pekerjaan rumah anak anak mereka sekali seminggu dan 35 persen menunjukkan terlibat setiap hari atau lebih dari sekali setiap minggu. Hanya empat persen yang mengatakan mereka tidak pernah terlibat dalam pekerjaan rumah anak anak mereka.
(OF-Sumber: ScienceDaily)

Arti kata kasih bagi burung

Foto – foto berikut ini menunjukkan kisah dramatis dari dua ekor burung, yang merupakan makhluk yang sangat kecil tapi mengajarkan sebuah pelajaran yang besar dan menyentuh hati bagi manusia. Salut kepada sang fotografer yang berhasil mengabadikan momen indah ini. Surat kabar yang memuat foto – foto ini terjual habis di setiap negara.

Seekor burung betina tertabrak oleh mobil saat ia sedang terbang rendah melewati jalan, dan kondisinya ternyata kritis dan fatal.



Pasangan jantannya datang membawakan makanan untuknya dan menjaganya dengan penuh cinta kasih



Ketika burung jantan itu datang kembali dengan membawa makanan lainnya, ia sangat shock mendapati pasangannya telah meninggal



Ia tetap berusaha menggerakkannya, berharap bahwa pasangannya akan bangun kembali, sebuah usaha yang sangat menyentuh dan menyedihkan.



Ketika ia sadar bahwa pasangannya telah meninggal dan takkan bangun lagi, ia menangis dengan keras.
…….. lalu berdiri di sampingnya dengan penuh kesedihan yang mendalam



Jutaan orang di seluruh dunia mulai dari Amerika, Eropa, Australia, hingga India, tersentuh setelah melihat foto – foto ini. Sang fotografer menjual foto – foto ini kepada koran terlaris di Perancis. semua eksemplar koran pada hari itu langsung terjual habis saat foto – foto ini dipublikasi.
Anda baru saja menyaksikan bagaimana cinta dan kesedihan bisa dirasakan oleh makhluk ciptaan Tuhan yang kecil ini. Ia telah mengajarkan kepada kita apa artinya mencintai dan menyayangi dengan mendalam
Semoga kisah ini menginspirasi anda untuk selalu menyayangi pasangan anda dan orang di sekitar anda.

Friday, January 13, 2012

Pengalaman

Cerita ini saya dapat dari buku Intisari.

Seorang pengusaha sukses sedang diwawancara oleh seorang wartawan.
"Bagaimana cara bapak membuat perusahaan ini menjadi besar?", kata wartawan
"Ilmu Pengetahuan", kata sang bapak.
"Mungkin bisa diceritakan bagaimana cara bapak mendapatkan ilmu?"
"Pengalaman", kata sang pengusaha.
"Mungkin bisa diceritakan bagaimana cara bapak mendapatkan pengalaman?"

"Satu kata, yaitu, keputusan yang keliru", kata si pengusaha.


Mungkin kita tidak sadar, ternyata kesalahan kesalahan kita semua diingat dan dicatat dalam pikiran setiap orang, sebelum kemudian diolah dijadikan ilmu, dan dihindari oleh orang lain. Jangan terlalu memikirkan kesalahan dan menjadi jatuh mental karenanya, tapi, beritahukan yang lain dan pikirkan bagaimana cara memperbaikinya dan menjadi cahaya terang bagi orang lain.

Tuesday, October 4, 2011

Usus Buntu

Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Sebelum dibahas lebih jauh mengenai radang usus buntu yang dalam bahasa medisnya disebut Appendicitis, maka lebih dulu harus difahami apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu, sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benar-benar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah.

Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.

Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).


  • Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)




  • Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

    Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

    Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.

    Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.


  • Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)




  • Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.

    Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).

  • Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu




  • Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;
    1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
      Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
    2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
      Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).
    Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

  • Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu




  • Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;
    1. Pemeriksaan fisik.
      Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.

      Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.
    2. Pemeriksaan Laboratorium.
      Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).
    3. Pemeriksaan radiologi.
      foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.

  • Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu




  • Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

    Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

    http://www.infopenyakit.com/2008/09/penyakit-radang-usus-buntu-appendicitis.html

    Sunday, October 2, 2011

    Penyebab Diabetes

    DokterSehat.com – Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes:
    1. Teh manis
    Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
    Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

    2. Gorengan
    Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
    Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.


    3. Suka ngemil
    Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
    Pengganti: Buah potong segar.
    4. Kurang tidur.
    Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
    Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
    5. Malas beraktivitas fisik
    Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
    Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
    Solusi: Bersepeda ke kantor.
    6. Sering stres
    Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
    Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
    7. Kecanduan rokok
    Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
    Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
    8. Menggunakan pil kontrasepsi
    Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
    Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
    9. Takut kulit jadi hitam
    Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
    Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
    10. Keranjingan soda
    Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
    Pengganti: Jus dingin tanpa gula.
    Sumber : Prevention
    Rating: 8.1/10 (17 votes cast)
    Rating: +10 (from 10 votes)


    Monday, September 26, 2011

    Youre Special

    Suatu hari seorang pembicara terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00, ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan yang diacungkan. Pertanda banyak minat.

    "Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini."

    Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

    "Baiklah," jawabnya, "Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

    "Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

    "Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00."

    Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

    Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan. Jangan pernah lupa..., Anda Spesial...!!!

    Thursday, September 22, 2011

    Membuat Prosesor

    Ini adalah ilustrasi bagaimana chip dibuat. Artikel dan gambar-gambar di bawah ini mendemonstrasikan tahap-tahap proses bagaimana memproduksi sebuah CPU (central processing unit), yang digunakan di setiap PC di dunia saat ini. Anda akan melihat sekilas beberapa pekerjaan yang luar biasa ini dilakukan tiap hari di pabriknya di Intel.

    1. Sand (Pasir)

    Pasir - terutama Quartz - memiliki persentase tinggi dari Silicon dalam pembentukan Silicon dioksida (SiO2) dan nerupakan bahan dasar untuk produksi semikonduktor.

    Pasir - sekitar 25% masa Silicon yang merupakan senyawa kedua terbanyak - setelah oksigen - di muka bumi

    2. Silikon Cair

    Silikon dimurnikan dalam tahap berlapis untuk akhirnya nencapai kualitas produksi yang disebut Electronic Grade Silicon (EGS). EGS mungkin hanya mengandung sebuah atom asing setiap satu triliun atom Silikonnya. Pada gambar di bawah ini Anda bisa lihat bagaimana sebuah kristal besar tumbuh dari silikon cair yang dimurnikan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut Ingot.

    Silikon cair - skala: level wafer (~300mm / 12 inch)

    3. Kristal Silikon Tunggal - Ingot

    Sebuah ingot dibuat dari Electronic Grade Silicon. Sebuah ingot memiliki berat sekitar 100 kilogram (220 pound) dan memiliki kemurnian Silicon 99.9999%.

    Mono-crystal Silicon Ingot -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    4. Pengirisan Ingot

    Ingot kemudian diiris menjadi disc-disc silikon individual yang disebut wafer.

    Ingot Slicing -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    5. Wafer

    Wafer-wafer ini dipoles sedemikian rupa hingga tanpa cacat, dengan permukaan selembut kaca cermin. Intel membeli wafer-wafer siap produksi itu dari perusahaan pihak ketiga. Process rumit 45nm High-K/Metal Gate oleh Intel menggunakan wafer dengan diameter 200 milimeter. Saat Intel mulai membuat chip-chip, perusahaan ini mencetak sirkuit-sirkuit di atas wafer 50 milimeter. Dan untuk saat ini menggunakan wafer 300mm, yang menghasilkan penghematan biaya per-chip.

    Wafer -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    6. Mengaplikasikan Photo Resist

    Cairan (warna biru) yang di tuangkan di atas wafer saat diputar adalah sebuah proses dari photo resist yang sama seperti yang kita kenal di film untuk fotografi. Wafer diputar selama tahap ini untuk membuatnya sangat tipis dan bahkan mengaplikasikan layer photo resist.

    Applying Photo Resist -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    7. Exposure

    Hasil dari photo resist diekspos ke sinar ultraviolet (UV. Reaksi kimianya ditrigger oleh tahap pada proses tersebut, sama dengan apa yang terjadi pada material film pada sebuah kamera saat Anda menekan tombol shutter. Hasil dari photo resist yang diekspos ke sinar UV akan bersifat dapat larut. Exposure diselesaikan menggunakan mask yang berfungsi seperti stensil dalam tahap proses ini. Saat digunakan dengan cahaya UV, mask membentuk pola-pola sirkuit yang bervariasi di atas tiap layer dari mikroprosesor. Sebuah lensa (di tengah) mengurangi image dari mask. Sehingga yang dicetak di atas wafer biasanya adalah empat kali lebih kecil secara linier daripada pola-pola dari mask.

    Exposure -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    8. Exposure

    Meskipun biasanya ratusan mikroprosesor bisa dihasilkan dari sebuah wafer tunggal, cerita bergambar ini hanya akan fokus pada sebuah bagian kecil dari sebuah mikroprosesor, yaitu pada sebuah transistor atau bagian-bagiannya. Sebuah transistor berfungsi seperti sebuah switch, mengendalikan aliran arus listrik dalam sebuah chip komputer. Peneliti-peneliti di Intel telah mengembangkan transistor-transistor yang sangat kecil sehingga sekitar 30 juta transistor dapat diletakkan pas di kepala sebuah peniti.

    Exposure -- scale: transistor level (~50-200nm)

    9. Membersihkan Photo Resist

    Photo resist yang lengket dilarutkan sempurna oleh suatu pelarut. Proses ini meninggalkan sebuah pola dari photo resist yang dibuat oleh mask.

    Washing off of Photo Resist -- scale: transistor level (~50-200nm)

    10. Etching (Menggores)

    Photo resist melindungi material yang seharusnya tidak boleh tergores. Material yang ditinggalkan akan digores (disketch) dengan bahan kimia.

    Etching -- scale: transistor level (~50-200nm)

    11. Menghapus Photo Resist

    Setelah proses Etching, photo resist dihilangkan dan bentuk yang diharapkan menjadi terlihat.

    Removing Photo Resist -- scale: transistor level (~50-200nm)

    12. Mengaplikasikan Photo Resist

    Terdapat photo resist (warna biru) diaplikasikan di sini, diekspos dan photo resist yang terekspos dibersihkan sebelum tahap berikutnya. Photo resist akan melindungi material yang seharusnya tidak tertanam ion-ion.

    Applying Photo Resist -- scale: transistor level (~50-200nm)

    13. Penanaman Ion

    Melalui seuatu proses yang dinamakan "ion implantation" (satu bentuk proses yang disebut doping), area-area wafer silikon yang diekspos dibombardir dengan "kotoran" kimia bervariasi yang disebut Ion-ion. Ion-ion ini ditanam dalam wafer silikon untuk mengubah silikon pada area ini dalam memperlakukan listrik. Ion-ion ditembakkan di atas permukaan wafer pada kecepatan tinggi. Suatu bidang listrik mempercepat ion-ion ini hingga kecepatan 300.000 km/jam.

    Ion Implantation -- scale: transistor level (~50-200nm)

    14. Menghilangkan Photo Resist

    Setelah penanaman ion, photo resist dihilangkan dan material yang seharusnya di-doped (warna hijau) memiliki atom-atom asing yang sudah tertanam (perhatikan sekilas variasi warnanya).

    Removing Photo Resist -- scale: transistor level (~50-200nm)

    15. Transistor yang Sudah Siap

    Transistor ini sudah dekat pada proses akhirnya. Tiga lubang telah dibentuk (etching) di dalam layer insulasi (warna magenta) di atas transistor. Tiga lubang ini akan terisi dengan tembaga yang akan menghubungkannya ke transistor-transistor lainnya.


    Ready Transistor -- scale: transistor level (~50-200nm)


    16. Electroplating

    Wafer-wafer diletakkan ke sebuah solusi sulfat tembaga di tahap ini. Ion-ion tembaga ditanamkan di atas transistor melalui proses yang disebut electroplating. Ion-ion tembaga bergerak dari terminal positif (anoda) menuju terminal negatif (katoda) yang dipresentasikan oleh wafer.

    Electroplating -- scale: transistor level (~50-200nm)

    17. Tahap Setelah Electroplating

    Pada permukaan wafer, ion-ion tembaga membentuk menjadi suatu lapisan tipis tembaga.

    After Electroplating -- scale: transistor level (~50-200nm)

    18. Pemolesan

    Material ekses dari proses sebelumnya di hilangkan

    Polishing -- scale: transistor level (~50-200nm)

    19. Lapisan Logam

    Lapisan-lapisan metal dibentuk untuk interkoneksi (seperti kabel-kabel) di antara transistor-transistor. Bagaimana koneksi-koneksi itu tersambungkan ditentukan oleh tim desain dan arsitektur yang mengembangkan funsionalitas prosesor tertentu (misal Intel® Core™ i7 Processor). Sementara chip-chip komputer terlihat sangat flat, sesungguhnya didalamnya memiliki lebih dari 20 lapisan yang membentuk sirkuit yang kompleks. Jika Anda melihat pada pembesaran suatu chip, Anda akan menemukan jaringan yang ruwet dari baris-baris sirkuit dan transistor-transistor yang mirip sistem jalan raya berlapis di masa depan

    Metal Layers -- scale: transistor level (six transistors combined ~500nm)

    20. Testing Wafer

    Bagian dari sebuah wafer yang sudah jadi ini diambil untuk dilakukan test fungsionalitasnya. Pada tahap test ini, pola-pola di masukkan ke dalam tiap chip dan respon dari chip tersebut dimonitor dan dibandingkan dengan daftar yang sudah ditetapkan.

    Wafer Sort Test -- scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

    21. Pengirisan Wafer

    Wafer di iris-iris menjadi bagian-bagian yang disebut Die.


    Wafer Slicing -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)


    22. Memisahkan Die yang Gagal Befungsi

    Die-die yang saat test pola merespon dengan benar akan diambil untuk tahap berikutnya.

    Discarding faulty Dies -- scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

    23. Individual Die

    Ini adalah die tunggal yang telah jadi pada tahap sebelumnya (pengirisan). Die yang terlihat di sini adalah die dari sebuah prosesor Intel® Core™ i7.

    Individual Die -- scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

    24. Packaging

    Bagian dasar, die, dan heatspreader digabungkan menjadi sebuah prosesor yang lengkap. Bagian dasar berwarna hijau membentuk interface elektris dan mekanis bagi prosesor untuk berinteraksi dengan sistem komputer (PC). Heatspreader berwarna silver berfungsi sebagai pendingin (cooler) untuk menjaga suhu optimal bagi prosesor.

    Packaging -- scale: package level (~20mm / ~1 inch)

    25. Prosessor

    Inilah prosesor yang sudah jadi (Intel® Core™ i7 Processor). Sebuah mikroprosesor adalah suatu produk paling kompleks yang pernah dibuat di muka bumi. Faktanya, dibutuhkan ratusan langkah - hanya bagian-bagian paling penting saja yang ditampilkan pada artikel ini - yang dikerjakan di suatu lingkungan kerja terbersih di dunia, sebuah lab mikroprosesor.

    Processor -- scale: package level (~20mm / ~1 inch)


    26. Class Testing

    Selama test terakhir ini, prosesor-prosesor akan ditest untuk key karakteristik mereka (diantaranya test pemakaian daya dan frekuensi maksimumnya)

    Class Testing -- scale: package level (~20mm / ~1 inch)

    27. Binning

    Berdasarkan hasil test dari class testing, prosesor dengan kapabilitas yang sama di kumpulkan pada transporting trays yang sama pula.

    Binning -- scale: package level (~20mm / ~1 inch)

    28. Retail Package

    Prosesor-prosesor yang telah siap dan lolos test akhirnya masuk jalur pemasaran dalam satu kemasan box.




    Sumber : http://www.defize-7.com/2010/12/pernahkah-kalian-berpikir-bagaimana.html